Sebanyak 17 proyek penelitian dari peserta Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2020 maju ke ajang internasional. Dari 17 peserta tersebut berhak mengikuti event di enam negara yang berbeda. Di antaranya ajang ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) di Thailand.

Kemudian ajang di Genius Olympiad di New York, Hong Kong Student Science Project Competition (HKSSPC) di Hong Kong, Infomatrix Olympiad di Romania, Mostratec Olympiad di Brasil dan Vilnius International Project Olympiad (VILIPO) di Lithuania.

Presiden Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) Riri Fitri Sari mengatakan, pelaksanaan ISPO sudah berlangsung tiga hari. Diikuti oleh 134 tim dari 20 provinsi di Indonesia. Dalam kompetisi ISPO, menurut Riri setiap peserta dituntut mempresentasikan ide, inovasi, dan solusi.

“Inovasi anak-anak ini di bidang Biologi, Kimia, Fisika, Teknologi, komputer dan lingkungan,” beber Riri Fitri Sari saat penutupan Festival Sains dan Budaya (FSB) di sekolah Kharisma Bangsa di Tangerang Selatan, Minggu (23/2/2020).

Riri mengaku terkejut dengan penelitian anak-anak sekarang. Banyak hal-hal baru yang mereka teliti. Temuan itu, menurut Riri menunjukkan respon anak-anak yang peka dengan hal-hal baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya tidak menyangka anak-anak ini peka sekali dengan keadaan yang baru-baru ini terjadi. Mereka melakukan penelitian untuk mencari solusi dari kebakaran hutan, likuifaksi di Sultra dan bagaimana mencegah virus Corona,” ungkapnya.

Ia mengatakan, banyak hal-hal menarik yang baru ditemukan pada ISPO 2020. Dengan imajinasi yang anak-anak miliki, mereka berhasil melakukan penelitian. Seperti dari hal kecil, menurut Riri anak-anak mampu mengubahnya menjadi hal besar yang bermanfaat.

“Hal kecil bisa menjadi besar. Itu harus dikerjakan secara serius. Kan, kalian calon hero dan menjadi pemimpin di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Kemenkumham Min Usihen mengatakan, generasi saat ini dituntut mampu menghadapi tantangan globalisasi yang dinamis. Penyelenggaraan FSB 2020 mewujudkan generasi kelas dunia dan SDM unggul.

“Kami patut apresiasi pelaksanaan FSB. Kegiatan ini bisa menginspirasi generasi muda bidang sains, seni dan budaya,” ujarnya.
Ia berharap, peserta FSB ke depan mampu bersaing dengan di ajang internasional. Dia menambahkan, Kemenkumham mendukung dunia penelitian. Pasalnya, saat ini ada direktorat kekayaan intelektual.

“Kami bisa memberikan perlindungan baik itu paten, hak cipta dan kekayaan intelektual lainnya. Caranya kekayaan intelektual harus didaftarkan,” katanya.

Perlu diketahui, ISPO dan juga Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) merupakan dua even yang digelar bersamaan dengan Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 yang mengambil tema Bangun Generasi Gemilang di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangsel. ISPO yang digelar pada 21-23 Februari ini adalah olimpiade proyek penelitian dibidang sains, teknologi, lingkungan dan computer yang diikuti siswa dari tingkat SMP, SMA dan SMK se-Indonesia. (mdo)

Sumber : Indopos