Proses pembelajaran online dari rumah terus berjalan saat wabah Covid-19 belum mereda. Kegiatan belajar dari rumah kebanyakan berupa penilaian atau evaluasi. Quizizz menjadi salah satu platform penyedia evaluasi pembelajaran yang populer di kalangan guru.

Informasi itu terungkap dalam webinar yang diselenggarakan Eduversal bersama guru-guru dari sekolah mitra dan sekolah pada umumnya. Total tidak kurang dari 200 guru berpartisipasi dalam webinar yang berlangsung sekitar satu jam. Webinar yang digelar Sabtu (25/4) mengusung tema mengupas platform penyedia evaluasi atau assessment menggunakan platform Classtime.com.

Dalam webinar itu, Kepala Sekolah Pribadi Depok, Lanjar Mulyani, menjadi pemateri utama. Dia memaparkan hasil survei dari 301 responden bahwa platform Quizizz menjadi yang paling populer. Kemudian disusul Google Form, Kahoot, Exam View, lalu Classtime. “Sekarang hampir semua lembaga pendidikan mejalankan pembelajaran online,” katanya.

Lanjar menuturkan para guru sebaiknya menguasai beragam platform penyedia evaluasi pembelajaran. Supaya murid tidak bosan. Dia mencontohkan ketika dalam sehari kelas diisi oleh empat orang guru, sebaiknya masing-masing guru menggunakan platform yang berbeda-beda.

Menurutnya kecenderungan guru menggunakan platform penilaian atau evaluasi siswa yang itu-itu saja. Sehingga membuat anak bosan atau bahkan terbebani dalam mengerjakan tugas. Dengan survei yang dia paparkan dalam webinar itu, dia berharap para guru bisa lebih terbuka bahwa platform penyedia evaluasi pembelajaran itu banyak dan mudah pengoperasiannya.

“Banyak platform yang saya gunakan. Supaya anak-anak tidak bosan,” katanya.

Di antara platform yang dia gunakan adalah Classtime.com. Layanan ini menyediakan keanggotan gratis dan berbayar atau premium. Untuk yang premium tarifnya Rp 56 ribu/bulan. Platform ini menyediakan fasilitas dua bulan uji coba akun premium secara gratis.

Lanjar menjelaskan di platform Classtime itu guru juga bisa membuat soal sendiri. Termasuk soal yang berbentuk pilihan ganda. Sampai saat ini mayoritas soal-soal yang ada di bank data Classtime kebanyakan berbahasa Inggris. Namun, dia menegaskan, guru bisa membuat soal sendiri.

Di dalam diskusi melalui webinar itu, banyak sekali guru yang mengajukan pertanyaan dan antusias menggunakan platform evaluasi pembelajaran secara online. Di antaranya adalah menanyakan kendala apa yang sering terjadi dalam menjalankan evaluasi pembelajaran berbasis online.

“Selama jaringan internetnya lancar, pengalaman saya tidak ada masalah,” tuturnya.

Dia juga mengatakan hampir di semua platform penyedia evaluasi pembelajaran, pengerjaannya cukup mudah. Di Classtime misalnya, sesi evaluasi bisa diikuti siswa sebanyak-banyaknya. Guru juga bisa langsung memantau jawaban siswa secara langsung. Setiap siswa nantinya mendapatkan kode akses yang diberikan oleh guru.

Guru matematika Sekolah Pribadi Depok, Maman Firmansyah, menambahkan platform Quizizz lebih cenderung berkompetisi antarsiswa. “Di Quizizz itu ada rasa deg-degannya,” katanya.

Dia juga menuturkan saking banyaknya platform untuk penilaian belajar, bisa membuat siswa bingung. Untuk itu perlu diatur sedemikian rupa, sehingga penggunaan platform penilaian belajar tidak membingungkan siswa. Tetapi juga jangan sampai membuat siswa bosan. Dia mengatakan siswa harus mendapatkan pengalaman belajar yang baik dalam pelaksanaan belajar dari rumah seperti sekarang ini.

Sumber : Jawapos