Lebih dari 540 siswa dari 20 provinsi di seluruh Indonesia berkompetisi selama tiga hari dalam ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Mereka mempresentasikan ide, inovasi, dan solusi mereka untuk masalah dalam Biologi, Kimia, Fisika, Teknologi, komputer dan lingkungan.

“Tahun ini kami memiliki kesempatan melihat bagaimana siswa mencoba menemukan solusi untuk mendeteksi asap dari kebakaran hutan, menggunakan rumput untuk meningkatkan hemoglobin, menemukan pelapis makanan yang berbeda, teknik baru mengawetkan daging, meneliti likuifaksi di Palu, dan menemukan berbagai solusi untuk masalah sehari-hari di dunia,” ungkap Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MM MSc, Presiden Indonesia Science Project Olympiad (ISPO), saat penutupan Festival Sains dan Budaya (FSB) II di Tangsel, Ahad(23/2).

Dijelaskannya, dunia saat ini menghadapi berbagai masalah, mulai dari persoalan lingkungan seperti banjir, asap kebakaran hutan, virus korona, polarisasi dunia, dan masalah dunia lainnya yang tak ada habisnya.

“Virus corona kini jadi tantangan bagi dunia. Bagaimana nanti para peneliti-peneliti muda ini berkontribusi bagi sesama manusia dengan menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Riri juga menambahkan ketekunan meneliti para siswa harus terus diasah agar mereka dapat menjadi peneliti yang handal di masa depan. “Ketekunan melakukan penelitian harus diasah, jangan mudah puas begitu dikenal masyarakat atau menjadi selebgram,” ujar Riri.

Riri menambahkan para siswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang sains dan riset harus didorong, baik orang tua maupun guru di sekolah. Peran mereka penting dalam mengasah minat siswa melakukan penelitian dan menemukan hal-hal baru.

“Kita melihat hasil temuan para siswa dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan yang terjadi di daerahnya. Misalnya, penelitian tentang likuifaksi di Palu. Juga upaya mengatasi banjir, plafon rumah yang membuat jadi adem di Papua,” ujarnya.

Dengan kemampuan riset yang baik, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini meyakini di masa depan akan banyak lahir inovasi dari peneliti-peneliti muda. “Dua pekan lalu, Amerika telah mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang. Ini tentu ada risikonya, Indonesia harus sama dengan negara maju, termasuk jam kerja dan produktivitasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Budayawan Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib berpesan kepada pemerintah agar memberi iklim yang baik bagi para peneliti yang ada di tanah air. Menurutnya kendala yang ada selama ini justru di berbagai kebijakan pemerintah yang membuat para peneliti pupus harapan.

“Kita melihat banyak peneliti di Indonesia hidupnya hancur karena sistemnya tidak akomodatif dan memupus peluang bagi orang-orang yang inovatif,” katanya.

Menurut Cak Nun, Indonesia dianugerahi sumber daya manusia dan alam yang berlimpah. Tidak perlu negara ini menunggu pengakuan negara lain bahwa Indonesia sudah bukan lagi negara berkembang tapi sudah masuk negara maju. “Kita tidak perlu Trump (Donald Trump -red) mengakui Indonesia sudah bukan lagi negara berkembang. Pengakuan itu tidak penting. Kita harus percaya bahwa sejak awal kita ini hebat, negeri ini hebat dan jauh lebih hebat dari yang lain,” tegasnya.

FSB merupakan penggabungan dari Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) ke-12 dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) ke-6. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 21 Februari hingga 23 Februari 2020. Untuk tahun ini, tema yang diangkat yakni “Bangun Generasi Gemilang”.

Sementara ISPO menjadi kompetisi sains, teknologi, lingkungan dan komputer yang diperuntukkan untuk siswa SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Sedangkan OSEBI, menggali bakat, kemampuan, dan kecerdasan siswa dalam bidang seni dan Bahasa Indonesia. Ajang ini diperuntukkan bagi bagi generasi muda berusia 6 hingga 18 tahun.

“Pelajari hal-hal penting dan berguna dari rekan-rekan kalian ketika bertemu dan dari koneksi di media sosial serta sumber belajar seperti youtube. Gunakan waktu dengan cara yang paling efisien. Literasi dan Matematika adalah yang paling penting. Di atas semua itu, kesediaan untuk mempelajari setiap detail sumber belajar yang dimiliki menjadi modal yang sangat penting,” ujar Riri.

Menurutnya, para pemenang ISPO adalah duta besar sains dan teknologi. Semangat ini harus disebarkan di sekolah dan juga media sosial. “Semangat ini harus ditularkan kepada yang lain. Bangsa ini mampu berdiri di kaki sendiri jika para generasi muda inovatif dan menjadi pelopor teknologi. Setiap pemenang akan membuat perbedaan di Indonesia di masa depan, sebagai negara maju,” ungkapnya.

Berikut daftar para pemenang kompetisi ISPO dan OSEBI tahun 2020:

A. Honorable Mention

– Teknologi
1. Rahma Kumara Prabandari dan M. Sauqi Ridlo dari MTs Negeri 3 Nganjuk
2. Zalfadila Regita Ardian dan Aulia Mukhlisa Zais dari UPT SMA Negeri 1 Bulukumba
3. Irene Silvia Laiya dan Jessica Ghozaly dari SMA Negeri 2 Padangsidimpuan

– Biologi
4. Diah Kusuma Wardani dan Kamila Rafiq dari SMA PGRI 2 Kayen
5. Yayat Ardayana dan Nurfajrila dari SMA Negeri 1 Bantaeng
6. Nurul Azizah Dian Rahmawati dan Firdausi Adiwijaya dari SMA Negeri 3 Semarang
7. Sasi Kurana Fadiya dan Sabila Yasira dari SMA Pribadi Bandung

– Komputer
8. Vondra Amabel Aryona dan Farahdela Tri Paramagati dari SMA Negeri 3 Semarang
9. Kania Adhira Damayanti dan Naswa Oktavia Sabilla dari SMA Kesatuan Bangsa

– Fisika
10. Zidane Thandra Devano dan Mochammad Reivandy dari SMA Cahaya Rancamaya
11. Dwi Ayu Fa`izatul Karimah dan Irkhamni Fatimatizzahra dari SMA Negeri 1 Lamongan

– Kimia
12. Luthfiana Febrianti dan Khalisha Diaz Habibah dari SMA Negeri 3 Semarang
13. Edenia Hauna Putri dan Fiorentina Elfrida Shanty dari SMA Pribadi Bandung

– Lingkungan
14. Adellia Fairuz Nassya dan Anindya Alina Berca dari SMA Semesta
15. Eka Verawati dan Nahdhiyah dari MAN 1 Lamongan

B. Osebi
– Menulis Puisi:
Medali Emas: Muhammad Felix Fulvian dari SD Islam Raudhatul Jannah
Medali Perak: Latifah Nadin Irfan dari SDIT Iqra 2
Medali Perunggu: Rm Farrel Rajendra Suryo Adhyasa Nuryanto Putro dari SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta

– Menulis Cerpen:
Medali Emas: Arimby Dwo Septyo dari SMP Islam Raudhatul Jannah
Medali Perak: Haaniyah Aurelia dari SMP Negeri 54 Palembang
Medali Perunggu: Nahwa Rousyan Khudi dari SMP Negeri 2 Jayapura

– Menulis Esai
Medali Emas: Muhammad Ilham M A Diko dari SMA PGRI 1 Pati
Medali Perak: Nyak Putroe Humaira dari SMA Teuku Nyak Arif Fatih
Medali Perunggu: Isfahan Shah Lubis dari SMA Pribadi Bandung

– Tari Kreasi Nusantara SD-SMP
Medali Emas: Nyai Ahmad Dahlan dari SMP Negeri 1 Bantul
Medali Perak: Ulah Sangketo dari SMP El-Ma`arif Boarding School
Medali Perunggu: Galiek Manggalamai dari SD Islam Raudhatul Jannah

– Tari Kreasi Nusantara SMA
Medali Emas: Prawiro Utomo dari SMA Negeri 1 Semarang
Medali Perak: Tari Sara` Tandottong dari SMA Negeri 1 Wonomulyo
Medali Perunggu: Bunkaragami dari SMA Pribadi Bandung

– Penampilan Puisi SMP
Medali Emas: Alya Ghefira Nur Athifah dari SMP IT Iqra Kota Bengkulu
Medali Perak: M Deni Maulana dari SMP Negeri 1 Karangtengah Cianjur
Medali Perunggu: Findiarty Fairsya Arifin dari SMP Negeri 2 Cimahi

– Penampilan Puisi SMA
Medali Emas: Dheawita M.A.A Purnomo Putri dari SMA Negeri 1 Bumiayu
Medali Perak: Yasmina Ashfa Zahidah dari SMA Kesatuan Bangsa
Medali Perunggu: Vannesa Almayra Nugroho dari SMA Negeri 1 Pecanggan

– Menyanyi Solo 6-13 tahun
Medali Emas: Alfina Atalya Nayla dari SMP Negeri 3 Godean
Medali Perak: Axel Gloryus Christopradia dari SD BOPRKI Gondolayu Yogyakarta
Medali Perunggu: Nathasya Pramudya Wijayanto dari SMP Katolik Santo Paulus

– Menyanyi Solo 14-18 tahun
Medali Emas: Anastasia Desti Putri Ivanka dari SMP Mardi Rahayu
Medali Perak: Akbar Alviansyah Putra Nugraha dari SMA Negeri 2 Bandung
Medali Perunggu: Adinda Galuh Hapsari dari SMA Kesatuan Bangsa

C. ISPO

– Teknologi
Medali Emas: Aisyah Rifa Fadhilah dab Siti Halimah Indrani Anwar dari SMA Kharisma Bangsa

Medali Perak:
Zaki Zaidan Akbar dan Armand Dwi Nugraha Zainuri dari SMA Negeri 3 Malang
Muhammad Dhani Rizqiawan dan Grae Raka Amaranusa dari SMA Negeri 3 Semarang

Medali Perunggu:
Bhamakerti Mohammad Aydan dan Yang Jihan Shabrina dari SMA Negeri 2 Depok
Naufal Arif Baskara dari SMA Negeri 3 Semarang
Putri Rahmadhani Novianti dan Khalifathiya Fadhilla Denti dari SMA Kesatuan Bangsa

– Biologi
Medali Emas: Indra Faizatun Nisa` dan Novilla Dwi Candra dari MAN 1 Kudus

Medali Perak:
El Shinta dan Yossy Prananda Leksono dari SMA Negeri 1 Tarakan
Svensen Angel dan Cristina Svalen dari SMA Katolik Gembala Baik Pontianak

Medali Perunggu:
Siti Adriyani dari MAN 2 Kota Malang
Drestanta Traya Nayawita dan Aditya Putri Setyanegari dari SMA Semesta
Berlin Fitrah Alkausar dan Khairul Apandi dari SMA Negeri Sumatra Selatan

– Komputer
Medali Emas: Abiyyu Ramadhan Sande dan Chintya Aprilia dari SMA Negeri 7 Sarolangun

Medali Perak: Johanes De Britto Krisna Arianta dan Inggita Nirmala Putri Wardhana dari SMA Negeri 5 Surabaya

Medali Perunggu: Afina Rahmantya dari SMP Islam Al Azhar 14

– Fisika
Medali Emas: Anindya Hapsari Laksmita Devi dan Danikha Nabil Zelina dari SMA Semesta

Medali Perak: Thoriq Ahmad Izzuddin dan Fairuz Daffa Al Hazza dari MTsN 1 KOTA Malang

Medali Perunggu: Stefanie Chrisdian dan Hendy Hansen Forbes dari SMA Katolik Gembala Baik Pontianak

– Kimia
Medali Emas: Novea Indratmo dan Juan Galeno Pantos dari SMA Santa Laurensia

Medali Perak: Hasna Febriana Syukurillah dan Ain Nur Azizah Putri Harsya dari MTs Negeri 1 Kota Malang

Medali Perunggu:
Intan Savillah Juliyanti Putri dan Muhamad Izzat Zaidan dari UPT SMP Negeri 10 Gresik
Cinta Safa Salsabila Putri Haris dan Tauaranaswa Farrelabhista Putra Haris dari SMA Kesatuan Bangsa

– Lingkungan
Medali Emas: Jennifer Fukuhara dari Cita Hari Christian School West Campus

Medali Perak:
Adzwa Nuzayh Salim dan Rizky Anatasha Halim dari SMA Kharisma Bangsa
Ghefira Azzahra Putri Prameswari dan Renny Puspa Tania dari SMA Kesatuan Bangsa

Medali Perunggu:
Dita Widiatama Putri dan Fadhila Amalia Islami Ariyanti dari SMA Negeri 3 Semarang
Ni Kadek Wid Cahya Paramita dan Cokorda Istri Divananda Saraswati dari SMA Negeri 3 Denpasar
Fatma Elif Arivamurti dan Aura Aisha Arba`Aini dari SMA Kharisma Bangsa

D. Proyek ke Ajang Internasional
– ASPC, Thailand
1. Anindya Hapsari Laksmita Devi dan Danikha Nabil Zelina dari SMA Semesta
2. Zaki Zaidan Akbar dan Armand Dwi Nugraha Zainuri dari SMA Negeri 3 Malang
3. El Shinta dan Yossy Prananda Leksono dari SMA Negeri 1 Tarakan

– GENIUS, New York, AS
1. Indra Faizatun Nisa` dan Novilla Dwi Candra dari MAN 1 Kudus
2. Jennifer Fukuhara dari Cita Hari Christian School West Campus
3. Thoriq Ahmad Izzuddin dan Fairuz Daffa Al Hazza dari MTs Negeri 1 Kota Malang

– HKSSPC, Hong Kong
1. Novea Indratmo dan Juan Galeno Pantos dari SMA Santa Laurensia
2. Muhammad Dhani Rizqiawan dan Grae Raka Amaranusa dari SMA Negeri 3 Semarang
3. Putri Rahmadhani Novianti dan Khalifathiya Fadhilla Denti dari SMA Kesatuan Bangsa

– INFOMATRIX, Rumania
1. Abiyyu Ramadhan Sande dan Chintya Aprilia dari SMA Negeri 7 Sarolangun
2. Johanes De Britto Krisna Arianta dan Inggita Nirmala Putri Wardhana dari SMA Negeri 5 Surabaya
3. Afina Rahmantya dari SMP Islam Al Azhar 14

– MOSTRATEC, Brasil
1. Svensen Angel dan Cristina Svalen dari SMA Katolik Gembala Baik Pontianak
2. Hasna Febriana Syukurillah dan Ain Nur Azizah Putri Harsya dari MTs Negeri 1 Kota Malang
3. Ghefira Azzahra Putri Prameswari dan Renny Puspa Tania dari SMA Kesatuan Bangsa

– VILIPO, Lithuania
1. Aisyah Rifa Fadhilah dan Siti Halimah Indrani Anwar dari SMA Kharisma Bangsa
2. Adzwa Nuzayh Salim dan Rizky Anatasha Halim dan SMA Kharisma Bangsa

Sumber : IndonesiaInside