Festival Sains dan Budaya (FSB) yang digelar Eduversal dan Sekolah Karisma Bangsa sejak 21-23 Februari 2020 menyisakan beragam inovasi dari generasi milenial. Lebih dari 540 pelajar yang tergabung dalam 134 tim dan 134 penelitian dari puluhan sekolah di 20 provinsi, berhasil menyelesaikan pertempuran mereka untuk mempresentasikan ide, inovasi, dan solusi mereka untuk masalah dalam Biologi, Kimia, Fisika, Teknologi, komputer dan lingkungan.

“Saya mewakili dewan juri, sangat bangga. Kami telah menyaksikan tekad kesuksesan, ketekunan, kepercayaan diri, kesediaan untuk bekerja hingga batas mereka dalam semua presentasi peserta, kinerja, dan pameran,” kata Ketua Dewan Juri FSB 2020 yang juga Presiden ISPO, Riri Fitri Sari, saat penutupan dan pengumuman pemenang FSB 2020, di Sekolah Karisma Bangsa Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (23/2). Hadir dalam acara tersebut diantaranya budayawan Emha Ainun Nadjib; Staf Ahli Kemenkumham, Min Usihen; Staf Ahli Tannas Kemenko Polhukam, Marsekal Muda TNI A. Sajili; Ilza Mahyuni; Ahmad Kala serta seluruh guru pembimbing penelitian dan para peserta FSB dari 20 provinsi.

Sejumlah penelitian dikatakan Riri, sangat menarik. Mulai dari solusi untuk asap dari kebakaran hutan, menggunakan rumput untuk meningkatkan hemoglobin, menemukan pelapis makanan yang berbeda, cara berbeda dalam mengawetkan daging, pencairan di Palu, dan berbagai cara untuk menjawab pertanyaan harian untuk masalah yang sangat penting di dunia ini.

Mengapa dikatakan pentig? Sebabnya, kata Riri, kian hari manusia kian sering menghadapi berbagai masalah lingkungan mulai dari banjir, asap kebakaran hutan, virus korona, polarisasi dunia, dan masalah dunia yang tak ada habisnya.

“Dan penelitian-penelitian yang hadir tahun ini menjawab semua itu. Inovasi mereka hari ini adalah pandangan mereka tentang dunia di masa depan. Dan para siswa dari Aceh sampai Papua ini sangat cerdas,” kata Riri.

Riri juga menyampaikan apresiasi mendalam bagi karya sastra dan seni para siswa dalam ajang OSEBI. Kreativitas budaya yang mengakar pada kearifam lokal, melengkapi kecerdasa siswa dari sudut seni dan kreativitas.

“Saya harap para peserta juga menikmati kesempatan untuk berjejaring dan belajar bagaimana memperkaya otak kiri dan kanan dengan menyaksikan keindahan seni dan budaya. Lagu indah, alasan filosofis di balik puisi, koreografi tarian yang menakjubkan, adalah hal-hal yang kita rayakan di sini di olimpiade seni dan budaya,” tadasnya.

Menurut Riri, dengan kekayaan inovasi dan keunggulan sumber daya manusia seperti sekarang, membuat wajar jika Indonesia telah masuk dalam jajaran negara maju.

“Dalam ISPO ke-13 ini saya dapat mengatakan bahwa kekuatan masyarakat kita dan tindakan kolektif adalah hal-hal yang akan membuat negara ini menjadi bangsa yang hebat,”pungkas Riri.

Budayawan kondang, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun meminta agar para siswa yang memenangi lomba FSB ini, menjadi bagian dari orang-orang yang akan memenangi dirinya sendiri. Artinya, kelak kemudian hari mampu menjadi orang yang bermanfaat untuk negara, atau justeru merusak negara, jawabannya ada pada diri sendiri.

FSB 2020 memunculkan pemenang-pemenang baru dari berbagai daerah. Sejumlah tim diantaranya dari SMAN 2 Padangsidempuan, SMAN 1 Bulukumba, MTsN 3 Ngajuk, SMA PGRI 2 Kayen, SMAN 1 Bantaeng, SMA Pribadi Bandung, SMAN 3 Semarang, meraih medali emas lewat penelitian mendalam terkait lingkungan, fisika dan biologi.

Sementara dari ajang Osebi, pemenang peraih emas datang dari SMPN 1 Bantul dan SMAN 1 Semarang. Keduanya berhasil memukau dengan tari kreasi nusantara.

Rencananya, para pemenang akan diikutkan dalam ajang olimpiade sejenis di beberapa negara seperti Brazil dan Amerika Serikat.

Sumber : Waspada.id